Pusat Studi Islam UII

Advertisement
You are here: Home
Selamat Jalan Gus Dur ...
berita-nasional
Image
 
Diskusi Publik dan Peluncuran Buku
Agenda Kegiatan

Image

Pusat Studi Islam UII (PSI UII) bersama LSIP, Rumpun Nusantara, dan Penerbit TANAHAIR serta sepenuhnya di dukung oleh Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (AJI DAMAI) akan mengadakan Diskusi Publik: ISLAM, RADIKALISME WAHHABI, DAN MASA DEPAN KEAGAMAAN DI INDONESIA, dan Peluncuran Buku SERI GERAKAN WAHHABI (Sejarah, Ideologi, dan Kritik) karya Nur Kholik Ridwan yang akan diselenggarakan pada:
Hari       : Kamis
Tanggal : 12 November 2009
Tempat : Ruang Sidang MSI UII Kampus Demangan Lt. II, Jalan Demangan Baru No. 24 Yogyakarta
Pembicara:
1.Radikalisme Islam Indonesia dan Timur Tengah; Apa Bahayanya?
  oleh Dr. Munthoha (PSI UII)
2.Pesantren, NU, dan Respon atas Gerakan Wahabi
  oleh KH. Hasan Abdullah (Tokoh NU/Pengasuh PP Mlangi)
3.Muhammadiyah dan Gerakan Wahabi di Indonesia
  oleh Prof. Dr. Haedar Nasir, M.Si (Tokoh Muhammadiyah)
4.Rekam Jejak Wahabi Arab Saudi hingga Indonesia
  oleh Nur Khalik Ridwan (Penulis buku Seri Gerakan Wahabi)
5.Dr. Zuly Qodir (moderator)

 
Kajian Islam Harus Bermanfaat Luas
berita-nasional
Rabu, 04 November 2009 pukul 13:18:00

Rahmat Santosa Basarah
http://www.republika.co.id/koran/14/86945/Kajian_Islam_Harus_Bermanfaat_Luas
ImageIslam harus bisa menjadi payung bagi semua kalangan.

SURAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali berharap kajian keislaman tak hanya meningkatkan pemahaman pada objek kajian, yaitu Islam. Ia juga berharap, kajian juga dilakukan untuk menggali nilai Islam dalam upaya meneguhkan kepribadian Muslim.

Menurut Suryadharma, hal ini penting dilakukan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang selama ini melakukan kajian keislaman. Sebab, kini umat Islam harus berhadapan dengan beragam keyakinan, ideologi, aliran, dan gaya hidup baru yang ada di tengah masyarakat.
Read more...
 
Hangatnya Kebersamaan di Warak Kidul
berita-nasional
Selasa, 29 September 2009 | 14:28 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/29/14281358/hangatnya.kebersamaan.di.warak.kidul
ImageDinginnya pagi masih menggigit, namun ratusan orang telah duduk di atas gelaran tikar memanjang di salah satu gang di Dusun Warak Kidul, Sumberadi, Mlati, Sleman. Tua-muda, lelaki-perempuan, asyik berbincang ditemani teh hangat dan kudapan.

Hari itu, warga tengah menjalani tradisi tahunan yang diadakan setiap Idul Fitri: silaturahmi. Silaturahmi adalah hal biasa. Namun, hadirnya seluruh warga dusun berjumlah sekitar 800 orang yang berbeda agama dan keyakinan menjadikannya istimewa.
Read more...
 
Kebersamaan Beragama di Dusun Ngepeh
berita-nasional
Rabu, 9 September 2009 | 04:31 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/09/04310117/kebersamaan.beragama.di.dusun...
ImageBunyikan saja kentungan, maka sekitar 1.400 pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu di Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, segera keluar dan bergotong royong, untuk urusan apa pun, layaknya pasukan semut yang bekerja rapi tanpa komando. Begitulah yang terlihat pada Minggu (6/9).

Pagi itu, sejumlah warga hilir mudik bekerja, sekalipun tak ada perintah karena Kepala Dusun Ngepeh Sumitro (56) tengah ke Pare, Kediri, untuk berdagang. Mereka seperti sudah saling paham dengan tugas masing-masing yang didedikasikan untuk prosesi pemakaman warga bernama Suparmin (75).
Read more...
 

Kolom Kang Toha

ImageDoa Malaikat Jibril
Ya Allah tolong abaikan ummat Nabi Muhammad SAW apabila sebelum memasuki Ramadhan dia belum:
1. Memohon maaf kepada kedua Orang Tua (jika masih ada).
2. Bermaaf-maafan antar suami istri
3. bermaaf-maafan dengan orang lain disekitarnya
kemudian Rosulallah mengaminkannya 3 kali.
Read more...
 

Jepretan

Polling Minggu Ini

Bagaimana pendapat anda mengenai website PSI UII yang baru?
 

Statistik

Visitors: 202274

Community Development

Pranala
Pranala Luar

Risalah Demangan

TAFSIR TEMATIS KRONOLOGIS KONTEKSTUAL
Oleh: Yusdani

ImagePendahuluan
Adalah suatu aksioma modernisme Islam bahwa perlu dilakukan rekonstruksi total atas warisan kesejarahan kaum muslim. Timbulnya gagasan semacam ini tentu berkaitan dengan ketidakmampuan warisan kesejarahan kaum muslim masa lalu dalam menghadapi tuntutan dan tantangan masa kini. Akan tetapi rekonstruksi total yang dikehendaki itu haruslah bertitik-tolak dari Alquran sebagai kriterium.  Dengan kata lain, dalam menghadapi tantangan dunia kontemporer masa kini dan untuk meraih masa depan dan kejayaan Islam, Alquran haruslah menjadi pedoman bagi kaum muslim dalam hidup dan kehidupan mereka.

Read more...
 
Advertisement