|
Ucapan Selamat untuk Ibu Aroma Elmina Martha |
|
berita-nasional
|
Jakarta - Pada hari Kamis, tanggal 12 Juli 2010 telah dilaksanakan Sidang Terbuka mahasiswa Program Doktor Pascasarjana, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, yaitu Aroma Elmina Martha, 41 tahun. Beliau yang merupakan Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, berhasil mempertahankan Disertasi yang berjudul "TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI INDONESIA DAN MALAYSIA" dengan penilaian yudisium sangat memuaskan.
Dalam Abstrak Disertasi beliau, dikatakan disertasi ini mengkaji perbandingan sistem hukum mengenai tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia dan Malaysia. Adapun yang diperbandingkan adalah latar belakang pembentukan dan muatan peraturan UU/Akta KDRT, implementasi peraturan dan proses penyelesaian KDRT, pandangan korban, LSM, Komnas perempuan, LKBH, Jabatan Kebajikan Malaysia, aparat hukum serta analisis putusan hakim mengenai kejahatan kekerasan terhadap perempuan di Pengadilan Negeri Jakarta (2004-2008) dan Putusan Pengadilan Tinggi Kualalumpur (1994-2008). |
|
Read more...
|
|
|
REKAPITULASI SERI KAJI BUKU |
|
Agenda Kegiatan
|
STUDI ISLAM NUSANTARA Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Bekerjasama dengan Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia Ruang Sidang PPs FIAI UII, Kampus UII Demangan
| | Tanggal | Buku | Makalah dan Narasumber | Makalah dan Pengkaji | Moderator | I.
| Rabu, 10 Maret 2010 | Dr. Junanah, MIS ”Kata Serapan Bahasa Arab dalam Serat Centhini: Kajian Morfosemantis.” Yogyakarta, Safiria Insania Press, 2010 | “Kata Serapan Bahasa Arab dalam Serat Centhini: Kajian Morfosemantis” Dr. Junanah, MIS | “Serat Centhini Sebagai Pintu Pembuka Kebudayaan Jawa” GKR Wandansari (Pangageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat) | Rahmani Timorita Yulianti, M.Ag. | II.
| Kamis, 18 Maret 2010 | Prof. Amir Bin Mu’allim, M.A., “Yurisprudensi Peradilan Agama (Studi Pemikiran Hukum Islam di Lingkungan Pengadilan Agama se-Jawa Tengah dan Pengadilan Tinggi Agama Semarang, 1991-1997).” Jakarta, Badan Litbang & Diklat Departemen Agama RI, 2006
| (Makalah) Prof. Amir Mu’allim, M.A. | Drs. H. Chatib Rasyid, SH, MH (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang) | DR. Drs. H. Muntoha, S. H., M.A.
| |
|
Read more...
|
|
|
Fifth Grade Press Conference on World Hunger |
|
berita-nasional
|
By Rachel Corrie, aged 10 — 1990 http://rachelcorriefoundation.org/rachel/emails
I’m here for other children. I’m here because I care. I’m here because children everywhere are suffering and because forty thousand people die each day from hunger. I’m here because those people are mostly children. We have got to understand that the poor are all around us and we are ignoring them. We have got to understand that these deaths are preventable. We have got to understand that people in third world countries think and care and smile and cry just like us. We have got to understand that they dream our dreams and we dream theirs. We have got to understand that they are us. We are them. My dream is to stop hunger by the year 2000. My dream is to give the poor a chance. My dream is to save the 40,000 people who die each day. My dream can and will come true if we all look into the future and see the light that shines there. If we ignore hunger, that light will go out. If we all help and work together, it will grow and burn free with the potential of tomorrow.
* Aku di sini untuk anak-anak. di sini karena aku peduli. Aku di sini, karena anak-anak dimana-mana menderita dan karena empat puluh lima ribu orang mati karena kelaparan. aku di sini, karena kebanyakan orang-orang itu adalah anak-anak. Kita harus paham bahwa orang miskin di sekitar kita dan kita mengabaikannya. Kita harus paham bahwa kematian ini tak bisa dicegah. Kita harus paham bahwa orang-orang di negara dunia ketiga berpikir, peduli, tersenyum dan menangis sebagaimana kita Kita harus paham bahwa mereka bermimpi tentang mimpi kita dan kita bermimpi mimpi mereka Kita harus paham bahwa mereka adalah kita, dan kita adalah mereka Impianku adalah menghentikan kelaparan pada tahun 2000 Impianku adalah memberi orang-orang miskin kesempatan Impianku menyelamatkan 40,000 orang yang mati tiap hari Impianku dapat dan akan terwujud jika kita melihat ke depan dan melihat cahaya yang bersinar di sana Kalau kita mengabaikan kelaparan, cahaya itu akan padam jika kita semua menolong dan bekerja sama, itu bertambah besar dan membebaskan dengan segala harapan esok |
|
|
berita-jogja
|
"Orientasi Baru Islamics Studies di Indonesia" dalam rangka Pidato Akhir Jabatan Prof. Dr. H. Amir Mu’allim, M.I.S Selaku Direktur Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia 2005-2010 | Hari, Tanggal Waktu Tempat | : : : | Kamis, 27 Mei 2010 14.00-16.00 WIB Ruang Sidang MSI UII Jl. Demangan Baru no. 24 Lt. 2 Yogyakarta |
Download Pidato Akhir Jabatan Prof. Dr. H. Amir Mu’allim, M.I.S
Pendahuluan
Pada awalnya masyarakat Indonesia berharap bahwa pendirian Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), baik negeri maupun swasta (IAIN, STAIN dan PTAIS), dapat memenuhi dua harapan sekaligus. Pertama adalah harapan yang terkait dengan keberadaanya sebagai lembaga “keilmuan” (akademis). Sebagai lembaga keilmuan, ía dituntut untuk dapat memenuhi tugas-tugas pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan agama Islam, serta pengabdian pada masyarakat. Untuk itu, prasyarat minimal yang harus dipenuhi adalah kemampuan bahasa asing (Arab dan Inggris) bagi para dosen dan mahasiswanya, perpustakaan yang representatif baik dari segi gedung maupun koleksi buku-buku dan jurnal-jurnal studi keislaman dalam dan luar negeri, serta kegiatan penelitian dan penerbitan. Kedua adalah harapan yang terkait erat dengan kelembagaan PTAI sebagai lembaga pendidikan “keagamaan” Islam. Harapan yang kedua ini, mempunyai dasar pemikiran, motivasi, dan tujuan yang sedikit atau malah sama sekali berbeda dari tujuan yang pertama, lantaran sifat dasar “keilmuan” dan “keagamaan” yang memang berbeda. (baca selanjutnya..) |
|
|
DAKWAH TERUS BERKEMBANG DAN MELUAS |
|
berita-jogja
|
|
Dorong Revolusi Kehidupan Masyarakat
http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=216614&actmenu=36 YOGYA (KR) - Kedatangan Islam di Indonesia telah mendorong terjadinya revolusi besar dalam tata kehidupan masyarakat. Hal itu dikarenakan hampir semua aspek tata kehidupan diubah menjadi aturan-aturan yang berdasarkan kaidah secara berimbang. Baik yang sesuai dengan keharusan atau menurut hakekatnya. “Fenomena pluralitas yang dimiliki bangsa Indonesia pada satu dimensi telah mencerminkan pola kehidupan harmonis dan elegan. Pola kehidupan ini menampilkan konstruksi sosial-budaya yang dapat berdampingan dan tidak saling berbenturan,” kata Prof Dr M Abdul Karim MA dalam acara diskusi ‘Seri Kaji Buku Studi Islam Nusantara ke-4 yang diselenggarakan Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) dan Program Pasca Sarjana FIAI UII di ruang sidang kampus setempat, Senin (24/5).  | Fotografer: Franz Boedi Sukarnanto
| Selain Prof Dr M Abdul Karim dalam kesempatan tersebut panitia juga menghadirkan pembicara Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) KR, Drs Ahmad Lutfie MA. Abdul Karim menyatakan, dakwah Islamiah terus berkembang dan meluas. Untuk menjaga kelangsungan dari dakwah tersebut dibutuhkan pengkaderan beberapa mubaligh muda. Salah satu caranya dengan mengajari mereka tentang ilmu agama dan membekali dengan sejarah Perjuangan Nabi. Tentunya semua itu bisa dilakukan secara optimal apabila semua pihak terlibat aktif. Komentar serupa diungkapkan oleh Drs Ahmad Lutfie. Menurutnya, Islam di Nusantara mempunyai aspek sangat luas. Tidak mengherankan apabila wajah Islam di Indonesia cukup beragam. Sebab meski banyak yang akomodatif, tetapi ada juga yang eksklusif. (Ria)-b |
|
|
|