Pusat Studi Islam UII

You are here: Home arrow Home arrow Apakah Islam Membenarkan Kekerasan Terhadap ‘Pelacur’ (yang dilacurkan)?
 
 
Apakah Islam Membenarkan Kekerasan Terhadap ‘Pelacur’ (yang dilacurkan)?

Buklet Islam Seri 5Buklet Islam Seri 5
Judul: Apakah Islam Membenarkan Kekerasan Terhadap ‘Pelacur’ (yang dilacurkan)?
Penulis: Muhammad Latif Fauzi
Penerbit: The Wahid Institute, KIAS (Komunitas untuk Indonesia yang Adil dan Setara),Federasi LBH APIK Indonesia, PSI UII (Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia); Jakarta, 2011
Tebal: 28 halaman

Profil Penulis
Muhammad Latif Fauzi, S. Hi., M. Ag., M. A. Ia dilahirkan di Sidoarjo pada 23 November 1982. Pernah mendalami ilmu agama dan kitab kuning di PP Darun Najah Sidoarjo. Ia menempuh pendidikan S1 di Jurusan Syariah, Fak. Ilmu Agama Islam UII. Selama kuliah, ia juga nyantri di Pondok Pesantren UII. September 2006, ia menyelesaikan Master bidang Hukum Keluarga di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Master kedua diraihnya dari Department of Language and Culture of the Middle East, Universitas Leiden, Belanda dengan tesis berjudul “Islamic Law in Indonesia: Recent Debates on Islamic Law in the Reformasi Era (1998-2007).” Sejak 2004, ia bekerja sebagai peneliti di Pusat Studi Islam UII. Kini ia juga tercatat sebagai pengajar di Jurusan Syariah, STAIN Surakarta. Beberapa tulisannya dapat dibaca di www.kangozy.co.cc. Silakan menghubunginya melalui: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Download Buklet Islam Seri 5

 
< Prev   Next >

e-Pustaka

Kolom Kang Toha

ImageDoa Malaikat Jibril
Ya Allah tolong abaikan ummat Nabi Muhammad SAW apabila sebelum memasuki Ramadhan dia belum:
1. Memohon maaf kepada kedua Orang Tua (jika masih ada).
2. Bermaaf-maafan antar suami istri
3. bermaaf-maafan dengan orang lain disekitarnya
kemudian Rosulallah mengaminkannya 3 kali.
Read more...
 

Polling Minggu Ini

Setuju atau tidakkah anda pemberlakuan RUU yang menampung pasal tentang nikah sirri dan nikah mut'ah
 

Statistik

Visitors: 344897
We have 6 guests online

Community Development

Pranala

Jepretan

Risalah Demangan

Gambaran Awal tentang Fiqh Budaya
Oleh: Yusdani, peneliti PSI UII
ImagePengantar
Di tengah kontroversi dan tarik ulur dalam pengembangan budaya lokal di Indonesia dewasa ini, di satu pihak terdapat kecenderungan apresiatif untuk meningkatkan income dan devisa negara dengan cara menggiatkan pengembangan sektor pariwisata. Untuk menarik para wisatawan baik domestik maupun asing,salah satu kiat yang ditempuh untuk program ini adalah menggali dan
mengembangkan potensi dan budaya atau kesenian yang bernuansa lokal. Sedangkan di sisi lain dalam waktu yang bersamaan menguat kembali sikap dan pandangan keagamaan yang sangat hitam putih dan puritan terhadap berbagai bentuk warisan budaya dan kesenian yang dikembangkan masyarakat. Dalam konteks ini, studi kembali tentang relasi fiqh dan budaya lokal (fiqh budaya)
merupakan salah satu topik kajian fiqh pada umumnya dan khususnya fiqh di Indonesia menjadi relevan.

Kajian tentang fiqh dan budaya lokal ini menarik untuk dipersoalkan kembali dan menjadi tambah urgen apalagi jika dikaitkan untuk memperkuat identitas masyarakat Indonesia dan masyarakat lokal terhadap pengaruh dan dampak negatif nilai-nilai global. Selain itu, di sisi lain untuk memenuhi keinginan masyarakat lokal untuk mengakomodasi kembali budaya lokal mereka di era otonomi daerah sekarang ini.
Read more...
 

Pranala Dalam

Pranala luar